Hadir Di NTB, Menko Polkam Tekankan Soliditas Forkopimda Hadapi Tantangan Global
![]() |
| Menko Polkam, Djamari Chaniago |
Lombok Barat, KB.- Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Djamari
Chaniago menegaskan pentingnya soliditas Forum Koordinasi Pimpinan Daerah
(Forkopimda) dalam menjaga stabilitas politik, keamanan, dan kepercayaan publik
di tengah dinamika geopolitik global yang semakin kompleks.
Penegasan tersebut disampaikan saat
kegiatan Silaturahmi dan Arahan Menko Polkam, Menteri Dalam Negeri, serta
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) kepada Forkopimda Regional Nusa
Tenggara dan Maluku di Hotel Merumatta Senggigi, Kabupaten Lombok Barat, Selasa
(15/5).
Kegiatan tersebut dihadiri Gubernur NTB
Lalu Muhamad Iqbal, Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena, Gubernur Maluku
Hendrik Lewerissa, Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda Laos, Wakil Menteri
Dalam Negeri Bima Arya Sugiarto dan Akhmad Wiyagus, serta jajaran Forkopimda
provinsi dan kabupaten/kota se-regional Nusa Tenggara dan Maluku.
Dalam arahannya, Djamari mengatakan
pemerintah pusat dan daerah saat ini menghadapi tantangan global yang berdampak
langsung terhadap kondisi nasional, mulai dari ketidakpastian geopolitik,
krisis ekonomi dunia, hingga ancaman stabilitas sosial.
“Kita berpikir dan bekerja keras dari
tingkat pusat sampai ke daerah untuk kepentingan rakyat. Situasi global saat
ini sangat mengkhawatirkan dan tidak ada satu pun negara yang tidak terdampak,”
ujarnya.
Meski demikian, pemerintah, kata dia,
tetap berupaya menjaga stabilitas nasional dan memastikan masyarakat tidak
merasakan dampak krisis secara langsung melalui berbagai program prioritas
pemerintah.
Ia mencontohkan sejumlah program
strategis yang terus berjalan, mulai dari pembangunan rumah rakyat, koperasi merah
putih, hingga penguatan sektor pertahanan nasional.
Menurut Djamari, seluruh program
tersebut tidak akan berjalan optimal tanpa sinergi dan kekompakan seluruh unsur
Forkopimda di daerah.
“Satu daerah tidak mungkin berjalan baik
kalau tidak bersama-sama semua unsur yang ada di daerah. Tidak ada pilihan lain
selain bekerja bersama-sama,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan pentingnya
kehati-hatian para pemimpin daerah dalam bersikap dan berkomunikasi di ruang
publik di tengah masyarakat yang semakin kritis dan sensitif terhadap berbagai
isu.
“Jangan sampai ucapan, perilaku, dan
sikap para pemimpin melukai hati rakyat. Rakyat membutuhkan kita bekerja keras
untuk kepentingan mereka,” katanya.
Selain itu, Menko Polkam menyoroti
pentingnya penguasaan ruang digital oleh pemerintah daerah dan unsur
Forkopimda. Menurutnya, pemerintah harus aktif menghadirkan informasi yang
cepat, terbuka, dan akurat agar ruang publik tidak dipenuhi informasi yang
menyesatkan.
“Kalau masyarakat kekurangan informasi,
maka ruang itu akan diisi oleh informasi yang salah dan menyesatkan,” ujarnya.
Djamari juga meminta seluruh kepala
daerah dan Forkopimda responsif terhadap berbagai persoalan sosial di
masyarakat guna mencegah konflik berkembang lebih luas.
“Kalau ada keresahan di masyarakat,
datangi dan selesaikan. Jangan dibiarkan berlarut-larut. Masyarakat menunggu
kehadiran kita,” imbuhnya.
Sementara itu, Menteri Dalam Negeri
Muhammad Tito Karnavian menegaskan pentingnya penguatan tiga elemen utama
penjaga stabilitas daerah, yakni Forkopimda, Forum Kerukunan Umat Beragama
(FKUB), dan Tim Penanggulangan Konflik Sosial (TPKS).
“Tiga elemen ini sangat penting menjaga
stabilitas politik dan keamanan di daerah. Forkopimda harus kompak, FKUB harus
aktif, dan daerah perlu memiliki tim penanggulangan konflik sosial yang bekerja
secara proaktif,” ujar Tito.
Pada kesempatan yang sama, Menteri
Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait memaparkan sejumlah program
strategis pemerintah di sektor perumahan rakyat, mulai dari percepatan layanan
Persetujuan Bangunan Gedung (PBG), pembebasan BPHTB bagi masyarakat
berpenghasilan rendah, program bedah rumah, hingga Kredit Usaha Rakyat (KUR)
Perumahan.
Menurut Maruarar, seluruh kebijakan
tersebut merupakan bentuk keberpihakan pemerintah kepada masyarakat kecil
sesuai arahan Presiden RI.
“Negara harus hadir mempermudah
masyarakat berpenghasilan rendah mendapatkan rumah layak huni,” katanya.
Melalui forum tersebut, pemerintah
berharap penguatan sinergi Forkopimda mampu menjaga stabilitas daerah sekaligus
memperkuat kepercayaan masyarakat di tengah tantangan global dan dinamika ruang
digital yang terus berkembang. (KB-03/ADV)

Tidak ada komentar