Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan, Mahdalena Tegaskan Semangat Bhinneka Tunggal Ika di Lingkungan Madrasah
Bima — Anggota DPR RI Komisi VIII Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Hj. Mahdalena, menggelar kegiatan Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan di Madrasah Ibtidaiyah Swasta (MIS) YASIM Roka, Desa Roka, Kecamatan Belo, Kabupaten Bima. Kegiatan yang berlangsung pada, 10 Februari 2026, sekitar pukul 14.00 Wita tersebut merupakan bagian dari upaya memperkuat pemahaman nilai-nilai kebangsaan di kalangan peserta didik, tenaga pendidik, serta masyarakat umum.
Kegiatan sosialisasi yang dilaksanakan oleh Anggota DPR RI tersebut menyasar peserta didik dan tenaga pendidik MIS YASIM Roka, serta melibatkan masyarakat umum. Kegiatan ini bertujuan menumbuhkan kesadaran akan pentingnya memahami dan menghargai perbedaan sejak usia dini, terutama di tengah keberagaman latar belakang sosial dan budaya yang berkembang dalam kehidupan bermasyarakat.
Dalam penyampaiannya, Hj. Mahdalena menegaskan bahwa nilai Bhinneka Tunggal Ika harus senantiasa dijaga dan diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari. Ia menyampaikan bahwa perbedaan ras, budaya, adat istiadat, hingga bahasa tidak seharusnya menjadi penghalang untuk hidup rukun dan saling menghargai, melainkan menjadi kekuatan yang mempererat persaudaraan, sebagaimana terkandung dalam makna Bhinneka Tunggal Ika.
“Bagi bangsa Indonesia, semboyan Bhinneka Tunggal Ika menjadi landasan utama dalam membangun persatuan dan kesatuan nasional. Penerapan nilai tersebut dalam kehidupan sehari-hari diwujudkan melalui sikap saling menghormati dan menghargai antar sesama, tanpa membedakan suku, agama, bahasa, adat istiadat, warna kulit, maupun latar belakang lainnya”, ujar mahdalena
Lebih lanjut, Hj. Mahdalena menyampaikan bahwa Indonesia merupakan negara kepulauan yang terdiri dari ribuan pulau, di mana setiap daerah memiliki adat istiadat, bahasa, aturan, serta kebiasaan yang beragam dan berbeda satu sama lain.
Oleh karena itu, menurutnya, di tengah keberagaman yang majemuk tersebut, penting bagi seluruh elemen masyarakat untuk memahami dan mengamalkan nilai Bhinneka Tunggal Ika dalam kehidupan sehari-hari, khususnya bagi para siswa dan guru MIS YASIM Roka. Ia mengingatkan bahwa perbedaan tanpa disertai kesadaran bersama untuk menjaga persatuan justru berpotensi menimbulkan konflik dalam kehidupan bermasyarakat.
Kegiatan Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan tersebut didominasi oleh para siswa dan tenaga pendidik MIS YASIM Roka, Desa Roka. Oleh karena itu, Hj. Mahdalena menekankan pentingnya peran guru dan orang tua dalam menanamkan pemahaman nilai Bhinneka Tunggal Ika secara berkelanjutan kepada para siswa dan anak-anak mereka.
Hj. Mahdalena menilai MIS YASIM Roka memiliki peran yang penting dan strategis dalam menanamkan pemahaman kebangsaan serta membentuk generasi muda yang berlandaskan nilai-nilai kebangsaan. Menurutnya, peserta didik tidak hanya dituntut untuk unggul dalam bidang keahlian masing-masing, tetapi juga harus dibekali wawasan kebangsaan yang kuat serta sikap saling menghormati dalam kehidupan sosial.
“Melalui pendidikan di madrasah, peserta didik dibekali nilai moral dan kebangsaan secara seimbang agar mampu menerapkan semangat persatuan dalam kehidupan sehari-hari. Dengan sikap saling menghormati tanpa membedakan suku, agama, bahasa, adat istiadat, maupun latar belakang lainnya, diharapkan khususnya para siswa dapat tumbuh menjadi pelopor persatuan, baik di lingkungan sekolah maupun di tengah masyarakat,” tegas Mahdalena.
Melalui kegiatan sosialisasi tersebut, Hj. Mahdalena berharap para peserta didik madrasah mampu mengimplementasikan nilai Bhinneka Tunggal Ika dalam kehidupan sehari-hari serta tumbuh menjadi generasi penerus bangsa yang menjaga persatuan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
“Sangat penting bagi kita semua menumbuhkan sikap kasih sayang, saling percaya, dan kebersamaan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, supaya sejalan dengan nilai-nilai yang terkandung dalam Bhinneka Tunggal Ika, tutup Mahdalena. (KB-07)

Tidak ada komentar