Pemerintah Kota Bima Terima Kunjungan Misi World Bank Terkait Program Nufrep
Kota Bima, KB.- Pemerintah Kota Bima menerima kunjungan misi
dari World Bank dalam rangka mendukung pelaksanaan program National Urban Flood
Resilience Project (NUFREP) yang bertujuan memperkuat ketangguhan banjir
perkotaan di Indonesia, khususnya di Kota Bima. Rabu, (22/04/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Aula Pemerintah Kota Bima ini
dihadiri oleh perwakilan World Bank dan TIM, Turut hadir jajaran Kementerian
PUPR, antara lain Ketua Tim Pinjaman dan Hibah Luar Negeri Direktorat SSPSDA,
Ketua Tim Wilayah III Direktorat Sungai dan Pantai, Kabid Pelaksanaan BBWS Nusa
Tenggara I, serta Kabid Keterpaduan Pembangunan Infrastruktur SDA BBWS Nusa
Tenggara I bersama para PPK dan kepala satuan kerja. Selain itu, kegiatan ini
juga dihadiri oleh perwakilan Bappenas, Sekretaris Daerah Kota Bima, para
kepala OPD, serta tim TEPIS NUFREP atau konsultan dukungan teknis dan
implementasi program.
Dalam sambutannya, Wali Kota Bima, H.A.Rahman, SE
menyampaikan apresiasi atas dukungan berkelanjutan dari World Bank melalui
program NUFREP sebagai bagian dari upaya bersama dalam memperkuat ketahanan
kota terhadap risiko banjir.
Wali Kota Bima menegaskan bahwa Pemerintah Kota Bima terus
berkomitmen dalam mendukung pelaksanaan program NUFREP melalui berbagai langkah
strategis, termasuk penguatan kelembagaan, percepatan pembebasan lahan, serta
peningkatan partisipasi masyarakat dalam menjaga lingkungan.
Selain itu, Pemerintah Kota Bima juga telah membentuk tim
koordinasi ketangguhan banjir untuk memastikan pelaksanaan program berjalan
efektif dan melibatkan seluruh pemangku kepentingan.
Beliau meyakini bahwa pengurangan risiko banjir tidak hanya
menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga membutuhkan keterlibatan aktif
masyarakat, terutama dalam menjaga kebersihan lingkungan dan pengelolaan
sampah.
Perwakilan Kementerian PUPR, Ibu Dewi Arshanti, menyampaikan
bahwa penanganan banjir di Kota Bima memerlukan pendekatan yang komprehensif
dan kolaboratif. Ia menekankan pentingnya pengelolaan sistem drainase yang
mampu memberikan manfaat optimal serta memperkuat sinergi antara Pemerintah
Kota Bima dengan pemerintah pusat, khususnya BBWS Nusa Tenggara I.
Sementara itu, perwakilan World Bank, Evi Hermirasari,
menyampaikan bahwa kunjungan ini merupakan bagian dari upaya memastikan
pelaksanaan program berjalan sesuai rencana serta mendengar langsung berbagai
permasalahan di daerah. Ia berharap seluruh rencana yang telah disusun dapat
berjalan berkelanjutan dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Melalui program NUFREP, Kota Bima diharapkan mampu membangun sistem
ketahanan banjir yang lebih baik, sekaligus menjadi contoh dalam penanganan
banjir perkotaan di tingkat nasional.
Pemerintah Kota Bima berharap kerja sama dengan World Bank,
pemerintah pusat, serta seluruh pemangku kepentingan dapat terus diperkuat demi
mewujudkan Kota Bima yang tangguh, aman, dan sejahtera. (KB-03)

Tidak ada komentar