Wagub NTB: Ketangguhan Bencana Jadi Kunci NTB Makmur Mendunia
MATARAM, KB.- Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat, Hj. Indah Damayanti Putri, SE. M.Ip secara resmi membuka Musyawarah Perencanaan Pembangunan
(Musrenbang) Tematik Kebencanaan dan Perubahan Iklim di Mataram, Kamis
(9/4/2026).
Dalam arahannya, Wagub menegaskan bahwa penanggulangan bencana
yang inklusif menjadi fondasi penting dalam mewujudkan visi pembangunan daerah
“NTB Makmur Mendunia”.
Dalam sambutannya, Wagub yang akrab disapa Umi Dinda menekankan
bahwa pembangunan tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi, tetapi
juga harus menjamin rasa aman masyarakat dari ancaman bencana.
“Keamanan dari ancaman bencana adalah fondasi mutlak bagi
kemakmuran bersama. Tanpa rasa aman, pembangunan tidak akan berkelanjutan,”
tegasnya.
Ia juga menyoroti dampak perubahan iklim yang semakin nyata di
wilayah NTB, khususnya meningkatnya kejadian hidrometeorologi seperti banjir
dan cuaca ekstrem. Menurutnya, penanggulangan bencana harus dilihat sebagai
bentuk keadilan sosial, terutama bagi kelompok rentan.
“Kelompok rentan tidak boleh terabaikan. Mereka harus dilibatkan
sejak tahap perencanaan sebagai bagian dari keadilan distributif dan
prosedural,” ujarnya.
Lebih lanjut, Wagub meminta seluruh Organisasi Perangkat Daerah
(OPD) untuk mengesampingkan ego sektoral dan memperkuat kolaborasi lintas
sektor. Ia menekankan pentingnya pendekatan pentahelix yang melibatkan
pemerintah, akademisi, dunia usaha, masyarakat, dan media dalam upaya
penanggulangan bencana.
Sementara itu, Kepala Bappeda Provinsi NTB, Baiq Nelly Yuniarti,
menjelaskan bahwa Musrenbang Tematik ini menjadi langkah strategis dalam
mengintegrasikan mitigasi risiko bencana ke dalam dokumen perencanaan
pembangunan daerah.
Ia mengungkapkan bahwa berdasarkan profil risiko, NTB memiliki
tujuh dari 11 potensi bencana nasional, meliputi ancaman geologis seperti gempa
bumi dan tsunami, hidrometeorologis seperti banjir bandang dan cuaca ekstrem,
serta dampak perubahan iklim seperti kekeringan dan krisis air bersih.
“Forum ini menjadi jembatan advokasi untuk memastikan setiap
program pembangunan ke depan benar-benar tangguh terhadap bencana dan responsif
terhadap perubahan iklim,” jelasnya.
Kegiatan ini juga mendapat dukungan dari Program SIAP SIAGA,
kemitraan antara Pemerintah Indonesia dan Australia dalam penguatan manajemen
risiko bencana. Hasil dari Musrenbang Tematik ini akan menjadi bahan penyusunan
Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2027.
Melalui forum ini, Pemerintah Provinsi NTB menegaskan
komitmennya dalam mendorong pembangunan berkelanjutan melalui program “NTB Lestari
dan Berkelanjutan”, sekaligus memperkuat upaya adaptasi dan mitigasi perubahan
iklim guna melindungi masa depan masyarakat NTB. (KB-03/ADV)

Tidak ada komentar