Wali Kota Bima Targetkan Tiap OPD Lahirkan Dua Inovasi, Kejar Peluang Insentif Daerah
Kota Bima, KB.- Pemerintah Kota Bima mendorong seluruh
organisasi perangkat daerah (OPD) untuk memperkuat budaya inovasi sebagai
strategi meningkatkan kualitas pelayanan publik sekaligus memperluas peluang
memperoleh insentif dari pemerintah pusat.
Komitmen tersebut ditegaskan Wali
Kota Bima, H. A. Rahman, S.E., saat membuka Rapat Koordinasi Penguatan
Ekosistem Inovasi Daerah yang digelar Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA)
Kota Bima di Aula Maja Labo Dahu, Kantor Wali Kota Bima, Kamis, 4 Juni 2026.
Dalam forum yang dihadiri pimpinan
perangkat daerah, camat, kepala puskesmas, Direktur RSUD Kota Bima, serta para
inovator daerah itu, Rahman meminta setiap OPD tidak hanya menjalankan
rutinitas birokrasi, tetapi juga menghadirkan terobosan yang mampu menjawab
kebutuhan masyarakat.
“Setiap perangkat daerah minimal
memiliki dua inovasi yang bisa dikembangkan. Inovasi harus menjadi solusi nyata
yang memudahkan pelayanan kepada masyarakat, bukan sekadar gagasan di atas
kertas,” kata Rahman.
Menurut dia, inovasi kini menjadi
salah satu indikator penting dalam penilaian kinerja pemerintah daerah. Di
tengah keterbatasan kemampuan fiskal daerah, berbagai kompetisi dan penghargaan
yang diselenggarakan pemerintah pusat dapat menjadi peluang untuk memperoleh
tambahan anggaran pembangunan.
Aji Man sapaan Wali Kota
menjelaskan, daerah yang mampu meraih predikat kota paling inovatif berpeluang
mendapatkan insentif hingga Rp7 miliar. Selain itu, pemerintah pusat juga
memberikan penghargaan dan insentif atas keberhasilan daerah dalam menekan
angka kemiskinan, stunting, tingkat pengangguran terbuka, hingga menjaga
stabilitas inflasi.
“Peluang-peluang seperti ini harus
kita manfaatkan bersama. Tambahan insentif yang diperoleh nantinya akan kembali
mendukung pembangunan dan peningkatan pelayanan kepada masyarakat,” ujarnya.
Data BRIDA Kota Bima menunjukkan
tren inovasi daerah terus meningkat. Jika pada 2024 tercatat 162 inovasi,
jumlah tersebut bertambah menjadi 234 inovasi pada 2025. Sejumlah inovasi yang
lahir dari Kota Bima juga telah dipresentasikan dalam berbagai forum inovasi
tingkat nasional.
Kepala BRIDA Kota Bima mengatakan
tantangan berikutnya bukan lagi mengejar kuantitas inovasi, melainkan
memastikan setiap inovasi memiliki dampak yang dapat dirasakan langsung oleh
masyarakat.
“Perkembangan ini patut
diapresiasi. Namun yang lebih penting adalah bagaimana inovasi yang lahir mampu
menjawab persoalan publik dan meningkatkan kualitas pelayanan,” katanya.
Dalam kesempatan itu, Wali Kota
juga mengungkapkan rencana pemberian penghargaan bagi aparatur sipil negara
yang berhasil menciptakan inovasi berdampak. Skema penghargaan tersebut akan
disesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah, termasuk kemungkinan pemberian
tambahan penghasilan pegawai (TPP) bagi ASN yang berprestasi di tingkat kota,
provinsi, maupun nasional.
Rahman menilai penghargaan tersebut
penting untuk membangun iklim kompetitif yang sehat sekaligus memotivasi
aparatur agar lebih kreatif dalam menghadirkan solusi pelayanan publik.
Ia juga menyoroti keberhasilan
inovasi SiCerah, yang dinilai menjadi salah satu contoh inovasi daerah yang
mampu memberikan kemudahan layanan sekaligus mendapat pengakuan di tingkat
nasional.
“Inovasi SiCerah membuktikan bahwa
inovasi yang lahir dari daerah bisa memberikan manfaat nyata dan mendapat
apresiasi secara nasional. Ini harus menjadi inspirasi bagi perangkat daerah
lainnya,” ujar Rahman.
Melalui rapat koordinasi tersebut,
Pemerintah Kota Bima menargetkan terbangunnya ekosistem inovasi yang lebih kuat
dan berkelanjutan, sehingga setiap perangkat daerah mampu menghadirkan
terobosan yang berdampak langsung terhadap peningkatan pelayanan publik dan
percepatan pembangunan daerah. (KB-02)

Tidak ada komentar