Ada Kejanggalan Dibalik Kematian LC Kafe Ule Beach ?
Kota Bima, KB.- Pihak kepolisin masih melakukan penyelidikan terkait penyebab
kematian Riyanah alias Ayumi (44),
seorang perempuan yang bekerja sebagai Pemandu Lagu atau Lady Companion
(LC).
Polres Bima Kota menegaskan
penyelidikan masih terus berlangsung untuk memastikan penyebab pasti
meninggalnya korban. Sebelumnya, hasil pemeriksaan awal tidak menemukan adanya
tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.
Baca Juga : LC Ule Beach Meninggal Usai Pulang Hendel Tamu di Room Karaoke
Namun ada kejanggalan-kejanggalan dibalik kematian Ayumi. Berikut hasil investigasi dan wawancara wartawan Kabar Bima di Lapangan.
Dari keterangan sejumlah teman
korban yang berhasil diwawancarai pasca kejadian, diketahui bahwa Ayumi beberapa
minggu terakhir sering sakit-sakitan dan jarang masuk kerja. Hal itupun dibenarkan
oleh Elis yang menjadi Mami di Kafe tersebut. “Dia sering sakit dan jarang
masuk kerja. Dia baru masuk kerja lagi kemarin malam minggu setelah 3 hari
tidak masuk kerja,” akunya.
Diketahui, Ayumi masuk kerja malam
itu sekitar pukul 22.00 wita, karena ada janjian dengan tamu yang biasa dia
temani. Tamu itu biasanya dating bertiga, tetapi malam itu hanya datang berdua,
sehingga teman Ayumi yang lainya tidak ikut hendel. Ayumi hanya hendel berdua
dengan temannya yang Bernama Ica alias Gigi.
Ayumi dan Ica menemani tamu di
dalam room karaoke di atas lantai 2 Kafe Ule Beach, bukan di Hall. Setelah beberapa
jam berada dalam room karaoke, Ayumi terpaksa digantikan temannya yang lain,
dan Ayumi diistrahatkan di Mes, karena kondisi fisik Ayumi saat itu sudah drop.
“Sekitar Jam 03.00 wita, Ayumi
dibawa ke Mes, karena pada saat di room dia sempat pingsan, karena drop. Makanya
dia dibawa ke Mes dibantu oleh karyawan Ule,” ujar Ica saat dihubungi wartawan
via handphone sekitar pukul 13.46 wita.
Ica sempat diwawancara sekitar 3
menit. Ica mengaku usai mengantar Ayumi ke Mes, Ica langsung Kembali ke Room
untuk lanjut kerja menemani tamu. Karena Ayumi sudah tidak bisa menemani tamu
lagi, akhirnya Ayumi digantikan oleh LC lain yang Bernama Ega.
Saat berada di mes, salah satu
temanya Ayumi sempat mengecek kondisi Ayumi yang saat itu sedang terbaring
dengan kondisi lemas dan kaku. Dia sempat melihat ada cairan dialas tidur Ayumi
dan sempat menanyakannya pada ayumi, namun tidak dijawab karena kondisinya yang
sudah terlihat sangat lemah.
“Saya melihat ada cairan dibawah
alas tidurnya tepatnya dibawah pantatnya. Saya tanya apakah kamu ngompol, namun
tidak dijawab, hanya kakinya yang sebelah yang dia Gerakan dengan sangat pelan.
Karena saya pikir dia sedang mabuk, saya pergi meninggalkannya dan lanjut kerja.
Saya sempat ngejeknya, kamu ngompol ya, ya Allah ternyata saya dengar kabar dia
meninggal,” ujarnya kepada wartawan dengan nada penyesalan karena meledek temannya.
Kemudian datanglah temannya yang Bernama
Citra, yang melihat kondisi Ayumi yang sedang menggigil. Setelah dicek
kondisinya sudah lemas dan kaku disertai mengigil atau gemetaran. Sehingga
Citra berinisiatif menemaninya pulang. Ayumi pun diantar pulang ke kos menggunakan
grab ditemani ayumi. Mungkin karena Panik, mereka pun tidak tahu siapa yang
memesan grab.
“Saya yang temani dia pulang hingga
sampai ke kos, dan saya yang temani dia dalam kamar,” akunya kepada wartawan
saat diwawancara di depan kamar kos Ayumi.
Setelah sampai kos, Citra
menyelimuti Ayumi yang saat itu masih mengigil. Saat sampai di kos ada cairan
berupa busa yang keluar dari mulutnya dan darah yang keluar dari hidungnya. “Sempat
saya lap pakai tisu,” tuturnya.
Namun sekitar pukul, 10.30 Ayumi
diketahui tidak bernyawa lagi. Dan Citra sempat memanggil teman-temannya dan
mengabarkan kondisi Ayumi. Salah satu karyawan ule yang hadir saat itu adalah Fadil
yang biasa disapa Abi. Dia pun mengaku, saat dia datang Ayumi sudah meninggal
dan dia sempat mengikat tangan Ayumi. “Saya datang dia sudah meninggal, dan
saya lihat tangannya sudah sangat kaku, sudah susah untuk digerakan. Makanya saya
ikat tangannya, itupun susah sekali menariknya karena sudah kaku,” cerita Abi di
depan Kapolsek saat berada di depan kamar Ayumi.
Informasi Lain yang diperoleh wartawan,
bahwa sekitar pukul 11.30, seorang Bidan diminta datang untuk memasangkan infus
kepada Ayumi karena kondisi Ayumi dikabarkan Drop butuh diinfus. “Saya ditelepon
diminta datang pasang infus untuk Ayumi, Saya Sampai kos Ayumi sekitar pukul
11.30, dan saat masuk pintu saya melihat muka Ayumi sudah pucat dan saya sudah
bisa mengenalinya bahwa Ayumi sudah meninggal. Saya bilang ke mereka, orang
sudah meninggal gimana mau pasang infus. Setelah mengetahui dia sudah meninggal
saya langsung pulang,” ujarnya via telepon, namun dirinya tidak ingin Namanya disebutkan
dalam berita.
Manager Kafe Ule Beach, Amir alias
Pis yang coba dikonfirmasi, tidak merespon chat dan telephon dari wartawan.
Dari rangkaian hasil wawancara, Tentu
ada kejanggalan dibalik kematian Ayumi.
Salah satu Aktivis Kota Bima, Adi
Thovan menyoroti adanya kejanggalan dibalik peristiwa kematian Ayumi. Thovan
mempertanyakan kejanggalan kejanggalan yang ia duga terjadi.
Pertanyaannya yang pertama, Kenapa
saat mengetahui kondisi Ayumi yang drop dan mengigil, Ayumi malah dibawah
pulang ke Kos bukan dibawa ke rumah sakit. Kenapa Ayumi pulang pakai grab saat
kondisi seperti itu, bukan diantar oleh karyawan Kafe, dimana tanggungjawab
pihak Kafe untuk menjamin keselamatan karyawannya. Biasanya LC yang mabuk saja
mereka antar pulang, kenapa yang kondisinya seperti Ayumi tidak diantar pulang
atau diantar ke Rumah Sakit.
Pertanyaan selanjutnya, Apakah
Ayumi sekedar Mengigil atau Kejang-kejang? Apakah keluar cairan dimulut dan
hidung hanya saat di kos atau juga terjadi saat di mesa tau semasih diatas room.
Apakah cairan yang dikeluarkan dari mulut disebabkan oleh obat yang dia minum
sebelum berangkat kerja karena sering sakit, kemudian obat itu, tidak bisa
ketemu dengan alkohol yang terkandung dalam miras yang ia konsumsi saat berada
dalam room karaoke, atau ada penyebab lainnya.
Pertanyaan selanjutnya, Pukul berapakah sebenarnya Ayumi meninggal? jika pukul 10.30 wita, kenapa pukul 11.30 masih mau dipasangkan infus?.
“Ini semua perlu ditelusuri lebih
lanjut oleh pihak kepolisian. Karena kami menduga ada hal lain dibalik
peristiwa ini. Apakah benar Ayumi meninggal di Kos ataukah dia meninggal saat
di kafe,” tanyanya dengan nada tegas.
Selain itu Thovan juga menyoroti soal
ijin Kafe yang masih buka hingga subuh bahkan sampai pagi. “Kafe itu ijinnya
sampai jam berapa? Saya melihat kafe itu buka hingga pagi bahkan lanjut sampai
jam 10 pagi. Sementara kafe lain dibatasi maksimal hanya sampai jam 3 saja,”
sorotnya.
Dirinya juga meminta kepada pihak
kepolisian untuk melakukan polis line terhadap Kafe Ule Beach sembari menunggu hasil
penyelidikan kematian Ayumi. (KB-TIM)

Tidak ada komentar