Lahan 53 Hektar di Soromandi Disiapkan untuk Batalyon Marinir - Kabar Bima - Portal Berita Bima Terbaru

Header Ads

Lahan 53 Hektar di Soromandi Disiapkan untuk Batalyon Marinir

Foto islustrasi

BIMA — Rencana perintisan Batalyon Marinir di Kabupaten Bima kini memasuki babak baru. Setelah Bupati Bima Ady Mahyudi bertolak ke Jakarta untuk menemui Panglima Korps Marinir (Pangkormar) Letnan Jenderal TNI (Mar) Endi Supardi pada pertengahan Februari lalu, Pemerintah Kabupaten Bima kini menindaklanjutinya dengan langkah konkret di lapangan.

Baru-baru ini, tim dari Bidang Aset Pemkab Bima turun langsung melakukan pengukuran lahan seluas 53,4 hektare di wilayah Sorikempa, Kecamatan Soromandi—tepat di belakang Kantor Polsek Soromandi. Lahan aset pemda yang sebelumnya hanya dimanfaatkan warga untuk pelepasan ternak tersebut resmi diproyeksikan sebagai lokasi markas Batalyon Marinir TNI AL.

"Luas yang dibutuhkan TNI minimal 50 hektare dan sudah diukur sesuai kebutuhan. Kami sangat bersyukur dan berterima kasih kepada Bupati Bima," ujar Staf Pemdes Bajo, Andika, Jumat (11/09/2026).

Langkah pengukuran lahan ini merupakan tindak lanjut dari pertemuan resmi antara Bupati Bima Ady Mahyudi dan Pangkormar Letjen TNI (Mar) Endi Supardi di Ruang Kerja Pangkormar, Jakarta, Rabu (18/02/2026) lalu.

Dalam pertemuan yang turut didampingi Plt. Kepala BPKAD Kabupaten Bima Aries Munandar, ST., MT., Pemkab Bima secara khusus memaparkan potensi dan urgensi pertahanan maritim di Bima. Kabupaten Bima diketahui memiliki garis pantai sepanjang 446 km yang membentang di 13 kecamatan dan 64 desa pesisir.

Bupati Ady menegaskan, keberadaan Batalyon Marinir di wilayah pesisir Bima memiliki arti yang sangat penting. Selain menjadi garda terdepan pertahanan negara dengan kemampuan tempur yang tinggi, prajurit Marinir juga berperan besar dalam operasi kemanusiaan, penanganan bencana alam di kawasan pesisir, hingga mendorong pertumbuhan ekonomi maritim masyarakat.

Penetapan Soromandi sebagai lokasi calon markas juga mendapat dukungan penuh dari pihak legislatif. Anggota DPRD Kabupaten Bima, Rafidin, S.Sos., menilai Soromandi memiliki posisi geopolitik yang sangat representatif.

"Lokasinya sangat strategis karena dekat dengan permukiman warga dan akses pusat pemerintahan. Batalyon ini nantinya diproyeksikan bakal menampung sekitar 700 personel," terang Ketua Fraksi PAN DPRD Kabupaten Bima tersebut.

Dengan tuntasnya proses pengukuran lahan ini, asa warga Soromandi untuk memiliki markas militer sendiri kian mendekati kenyataan. Kehadiran ratusan prajurit Marinir diharapkan tak hanya memperkokoh stabilitas keamanan wilayah laut Bima, tetapi juga memicu percepatan pembangunan infrastruktur dan perekonomian warga lokal. (KS-03)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.